KRITIK KETAWA ALA BENNY & MICE
Jul 21st, 2008 | By administrator | Category: Berita TerkiniSerial kartun Lagak Jakarta karya Benny Rachmadi dan Muhammad
Misrad dicetak ulang dengan bundel lebih mewah, Lagak Jakarta I+II
Edisi Koleksi. Dibanderol Rp 95.000 per buku, dalam dua bulan
terjual sekitar 10.000 eksemplar.
Oleh Amir Sodikin
Reportase sosial dua kartunis soal "Trend &
Perilaku", "Transportasi", "Profesi", "Krisis", "Reformasi",
dan "Pemilu'99" itu sudah satu dekade lewat, tetapi cerita komikal
soal Jakarta itu tetap dicari.
Buku yang baru, Jakarta Luar Dalem, juga laku sekitar 10.000
eksemplar dalam dua bulan. Kekonyolan, keluguan, kejujuran,
kesemrawutan, kegelian, satire, semua ada pada komik strip buatan
Benny dan Mice, ini nama lain Muhammad Misrad.
Kartun mereka ada untuk menjahili dan mengkritisi Jakarta sehari-
hari, tanpa kekerasan dan tak membuat orang marah. Mereka menjadi
kontrol sosial "yang menyenangkan" bagi perilaku salah dan aneh di
Jakarta.
Sejak 2003 Benny & Mice juga hadir di Kompas setiap hari Minggu.
Banyak yang menganggap kartun Benny & Mice dibikin satu orang.
Padahal, produk itu mereka buat berdua. Tokoh kartun itu
memang "jelmaan" pembuatnya.
Benny kartun berambut keriting, menggambarkan Benny Rachmadi
(38)
yang juga keriting. Mice kartun yang rambutnya lurus dan berkacamata
merepresentasikan Muhammad Misrad (37). Mereka memang mirip.
Tetapi goresan Benny dan Mice sudah tak bisa dipisahkan. Tak
akan
ada yang bisa membedakan, mana karya Benny dan mana Mice. "Bahkan
istri saya tak bisa membedakan," ucap Benny.
Menikmati karya dua sekawan ini seperti menelusuri kondisi
Jakarta dari tahun ke tahun. Dari sisi ekonomi, tren fashion, hingga
politik. Karya mereka seperti "pelajaran sejarah" Jakarta yang bikin
kita ketawa.
Kekocakan khas komik timbul karena mereka memandang Jakarta
dari "kacamata polos". Kesederhanaan justru menarik banyak orang,
sampai-sampai banyak mahasiswa meneliti Benny & Mice. Bahkan, ada
yang khusus riset bahasa yang digunakan. "Padahal kami cuma pakai
bahasa sehari-hari, obrolan biasa," kata Mice.
Ide cerita
Untuk menggarap satu tema, ide cerita tak harus dirapatkan. "Ide
sering muncul tak sengaja. Misalnya, saat jalan-jalan di mal, semua
remaja perempuan memakai baju berfungsi ganda, untuk gaya dan
menutupi seragam sekolah. Setelah ngobrol dengan teman, baju
cardigan
itu memang lagi tren," ujar Mice.
Maka, Benny & Mice pun ngerjain para pencinta cardigan. Melihat
para remaja mengenakan cardigan, Mice bukannya bersemangat melirik,
tetapi justru menangis. "Lho kok nangis?" tanya Benny kartun. "Jadi
inget Nenek di kampung," jawab Mice.
Benny & Mice sering mengkritisi "demam" mode atau budaya pop
yang latah. Ketika Benny & Mice kartun menjadi pelayan toko
handphone
(HP), datang perempuan cantik berniat membeli HP mewah. Bukannya
menawarkan HP mahal, mereka justru bertanya, kenapa beli HP sampai
Rp
7 juta kalau kebutuhannya hanya telepon dan SMS? Calon pembeli
itupergi dengan kesal, dan pemilik toko memecat Benny & Mice.
Ide kebetulan juga terjadi saat menggarap tema iklan salah satu
provider HP yang menggunakan model Dian Sastro. "Saya boncengan
(motor) sama Benny, sering melihat baliho besar yang menampilkan
Dian
Sastro," begitu Mice bercerita sambil senyum-senyum.
Maka, keluarlah edisi Benny & Mice yang menceritakan keinginan
terpendam Mice bertemu sang idola. Dengan grogi, Mice kartun
mengutarakan maksudnya, "Hmm boleh minta tanda tangannya?" kata Mice
berbicara dengan baliho bergambar Dian.
"Sakit tuh orang," ketus Benny kartun. Usut punya usut,Mice pada
kehidupan nyata memang mengidolakan Dian. Para penikmat Benny & Mice
mengendus hal ini sejak lama, karena pada beberapa edisi mulai 2003,
Mice berkali-kali menyebut Dian Sastro.
Sejarah usil
Benny dan Mice adalah teman "seperjuangan" sejak kuliah Desain
Grafis, Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Duet mereka mengerjakan
kartun berawal saat diserahi membuat koran dinding IKJ.
"Tadinya isi koran itu tulisan ilmiah, misal membahas sejarah
seni rupa. Waktu kami yang bikin, temanya diubah menjadi kejadian
sehari-hari," cerita Mice. Dari koran dinding inilah hobi usil
dengan kartun dimulai.
Waktu itu ada mahasiswa yang kelakuannya "aneh", suka masuk ke
berbagai komunitas bermodalkan omdo, omong doang. "Kita buatkan
kartun dia. Tapi bukannya marah, dia malah senang," kata Benny.
Benny sejak kecil senang menggambar. Walaupun besar di
Samarinda,
Kalimantan Timur, ia sudah bercita-cita belajar desain grafis di
Jakarta. Maka, setelah lulus SMA, Benny masuk IKJ.
Berbeda dengan Mice, lajang kelahiran Jakarta ini menjadi
kartunis gara-gara terkesan billboard iklan. Maka masuklah dia ke
IKJ. "Awalnya orangtua tidak setuju karena zaman dulu kan orangtua
mengidolakan dokterdan insinyur," cerita Mice.
Benny dan Mice mulai menampilkan karya secara luas ketika
mendapat pesanan membuat ilustrasi buku pada 1997-1998. Judul
bukunya
masih mereka kenang: Matinya Ilmu Ekonomi, saduran dari The Death of
Economics karya Paul Ormerod.
Setelah penerbit Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) melihat
coretan mereka, muncul ide agar Benny dan Mice membuat buku
sendiri. "Lalu dirundingkan ide itu, pengalaman di koran dinding
cukup membantu karena kami terbiasa bekerja sebagai tim," kata Benny.
Keluarlah buku mereka dengan seri Lagak Jakarta terbitan KPG.
Tahun 1997-1999 mereka membuat enam judul buku. Buku-buku itulah
yang
kemudian diterbitkan lagi dalam Satu Dekade Lagak Jakarta Edisi
Koleksi 1 & 2 (2007). Sedangkan Kartun Benny & Mice: Jakarta Luar
Dalem (2007) terbitan Nalar berisi kartun mereka yang dimuat di
Kompas.
Selain membuat kartun secara lepas untuk media massa, Benny
sejak
1998 bergabung dengan Kontan. Sementara Mice memilih bekerja
freelance.
Pada kurun 1993-2002 Benny sempat mengajar di IKJ, sedangkan
Mice
mengajar di jurusan yang sama, Desain Grafis IKJ, periode 1994-1996.
Sekarang mereka tidak mengajar lagi. "Karena sudah tidak
dibutuhkan, he-he-he," celetuk mereka. (Amir Sodikin)
Foto: 1
Kompas/Amir Sodikin
Benny Rachmadi (kiri) dan Muhammad Misrad
Tabel:
Biodata
Nama:Benny Rachmadi
Lahir:Samarinda, 23 Agustus 1969
Pendidikan:
-SD sampai lulus SMA pada 1988 di Samarinda
-Desain Grafis Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta, 1993
Istri: Anna Zuchriana, pengajar di IKJ
Pekerjaan:
-Sejak 1998 menjadi kartunis di tabloid dan harian "Kontan"
-Sejak 2003 mengisi kartun "Benny & Mice" di "Kompas" Minggu
Nama: Muhammad Misrad
Nama panggilan: Mice
Lahir: Jakarta, 23 Juli 1970
Pendidikan:
-SD sampai lulus SMA pada 1988 di Jakarta
-Desain Grafis Fakultas Seni Rupa IKJ, 1993
Pekerjaan:
-Ilustrator dan perancang grafis lepas
-Sejak 2003 mengisi kartun "Benny & Mice" di "Kompas" Minggu
Karya Benny dan Mice:
-Lagak Jakarta: Trend & Perilaku, 1997
-Lagak Jakarta: Transportasi, 1997
-Lagak Jakarta: Profesi, 1997
-Lagak Jakarta: Krisis. Oh. Krisis, 1998
-Lagak Jakarta: Reformasi, 1998
-Lagak Jakarta: (Huru-Hara) Hura-Hura Pemilu'99, 1999
-Satu Dekade Lagak Jakarta Edisi Koleksi 1 & 2, 2007
-Kartun Benny & Mice: Jakarta Luar Dalem, 2007
Dalam proses:
-100 Tokoh yang Mewarnai Jakarta, rencananya beredar Januari 2008
-Benny & Mice: Talk About Hape, rencana edar Januari 2008