“E-mail” Sampah, KEJAHATAN HARIAN YANG TERSAMAR

Jul 21st, 2008 | By administrator | Category: Berita Terkini, Teknologi Website

Jutaan dollar AS dihabiskan server-server dunia untuk mengatasi serbuan spam atau e-mail sampah. Kerugian yang diderita konsumen lebih parah, mereka rugi waktu, tenaga, dan menghabiskan bandwidth internet.

Apakah mengirim spam e-mail itu "berdosa"? Lebih dari "dosa",
spam itu penyakit dan telah menjadi budaya memalukan di internet dan
sulit diberantas. Berbeda dengan virus komputer yang biasanya cepat
bisa dibereskan software antivirus, spam hingga kini belum 100
persen bisa teratasi.
    Modifikasi software antivirus, spyware,  serta filter khusus
antispam terus diperbaiki, tetapi hasilnya tetap belum
menggembirakan. Langkah tradisional dan non-internet pun ditempuh.
Apa lagi jika bukan gugatan ke pengirim e-mail sampah itu.
    Salah satu hasilnya, awal Januari 2008, para pengelola  server e-
mail yang selama ini sudah lelah memerangi spam e-mail sedikit
gembira mendengar kabar ditangkapnya Al Ralsky yang dikenal sebagai
spammer kenamaan di dunia. Momentum ini diharapkan bisa memenjarakan
Ralsky dan membuat efek jera spammer lain.
    Al Ralsky telah tujuh tahun mengeruk uang tak terkira banyaknya
dari kegiatan mengirim e-mail ilegal ke jutaan pengguna di dunia.
Dalam satu hari dia bisa mengirim ke 30 juta penerima e-mail ke
penjuru dunia. Penghasilan dia katanya ratusan ribu hingga jutaan
dollar per bulan.
    Keuntungan tinggi terjadi awal 2000-an. Namun, kini seiring
tingkat melek internet dunia yang makin bagus dan kesadaran
mengenali e-mail sampah yang semakin baik, keuntungan Ralsky
berkurang dan pada awal 2008 ini dia harus membayar kegiatan
dia "memberi sampah" kepada dunia: ancaman penjara.

Perubahan pandangan
    Bagi pengguna internet, e-mail sampah seolah telah menjadi
sarapan pagi setiap hari. Puluhan hingga ratusan e-mail sampah masuk
ke inbox e-mail kita. Di Indonesia, menu seperti itu masih dianggap
lazim.
    Tetapi, bagi mereka yang menjadikan e-mail sebagai akun pribadi
yang sifatnya penting, aktivitas spam tak bisa ditoleransi. Di dunia
maya, alamat e-mail kini telah menjadi "rekening bank".
    Betapa tidak, jika kita menggunakan pembayaran model Paypal atau
Moneybookers, alamat e-mail itulah yang digunakan untuk pembayaran.
E-mail juga telah menjadi sistem validasi jati diri kita. Setiap
kita apply atau mengajukan menjadi member sebuah situs, validasi
yang terpenting adalah melalui e-mail.
    Lalu, tiba-tiba, karena dianggap strategis, e-mail menjadi
sasaran pemasaran internet yang diandalkan. Data alamat e-mail pun
diperjualbelikan ke berbagai pihak yang membutuhkannya untuk
kepentingan pemasaran.
    Tiba-tiba, e-mail kita kini dipenuhi berbagai spam atau e-mail
sampah yang menawarkan berbagai produk, mulai dari viagra, pil
kebugaran, mobil murah, jam tangan, hingga rumah. Semua e-mail yang
alamatnya tanpa kita kenal itu telah mengganggu aktivitas kita
setiap hari.
    "Saya setiap hari harus menghapus ratusan e-mail sampah. Untuk
menghapusnya butuh minimal 30 menit, bahkan berjam-jam kalau koneksi
lagi lambat," kata seorang pengguna e-mail.
    Sifat khas e-mail sampah adalah selalu menawarkan produk atau
jasa. Penerima e-mail merasa tidak pernah menyetujui atau memberi
izin kepada pengirim untuk mengirimi e-mail.
    Penyelenggara jasa e-mail gratis ternama dunia, Yahoo dan Gmail,
telah mati-matian mengatasi spam ini. Yahoo, misalnya, bersama eBay
dan PayPal telah menjalin kerja sama untuk menyaring lebih teliti e-
mail palsu (phising) yang masuk untuk mengerjai pengguna eBay dan
PayPal. Dengan teknologi DomainKeys yang menggunakan
teknikkriptografi canggih, Yahoo membaca domain pengirim e-mail
apakah masuk dalam daftar hitam atau tidak.
    Gmail juga terus memperbaiki sistem filter di server mereka
untuk memastikan e-mail yang masuk ke klien mereka tak tersusupi
spam. Jika spam e-mail masuk, baik di Yahoo maupun di Gmail, akan
otomatis masuk ke Bulk Folder atau Spam Folder.
    Dengan cara itu, pengguna e-mail (walaupun gratis) merasa nyaman
dan terhindar dari kemungkinan e-mail yang berisi pencurian data
penting. Berbagai software pemfilter spam kini juga banyak dibuat,
baik gratis maupun berbayar, dan bisa digunakan untuk meminimalkan
spam yang masuk ke inbox. Cukup banyak jenisnya, untuk mencarinya
bisa buka mesin pencari seperti Google dan ketikkan: free spam
filter software.
    Spam terus menimbulkan kerugian tak terukur di banyak
perusahaan. Yang jelas, karena spam, pengeluaran untuk divisi
teknologi informasi akan membengkak karena harus membayar pipa
bandwidth lebih lebar lagi dan kapasitas harddisk setiap komputer
juga lebih besar.
    Spam juga sering digunakan sebagai pengiriman virus jenis trojan
yang bisa mencuri data pribadi di komputer. Banyak server e-mail
yang crash atau matitotal gara-gara spam ini.

Perangi sekarang
    Apakah Anda masih mengirim e-mail ke seseorang yang tidak Anda
kenal untuk menawarkan sebuah produk? Hentikan sekarang aktivitas
itu, karena mengirim e-mail secara massal kepada banyak orang yang
tidak kita kenal dan menawarkan sebuah produk sudah termasuk
kegiatan ilegal dan masuk kategori spam.
    Cukup memprihatinkan, kegiatan spam di Indonesia kini
baru "menggeliat" seiring budaya internet Indonesia yang baru mulai
berkembang. Banyak pemula yang langsung terjun di dunia internet
dengan menjadi spammer karena mereka dijanjikan penghasilan ratusan
hingga ribuan dollar AS setiap bulan.
    Masih ingat kan heboh soal jagoan "internet marketing" di
Indonesia yang menjanjikan penghasilan menggiurkan? Apakah itu
termasuk kategori spam? Kalau para anggota afiliasi itu mengirimi
banyak alamat e-mail yang tak mereka kenali, maka 100 persen
termasuk spam.
    Apakah e-mail dari mailing list termasuk spam? Iya, jika
pengelola mailing list menambahkan alamat seseorang secara langsung
tanpa membutuhkan konfirmasi dari pemilik e-mail.
    Terhadap semua perilaku pengiriman e-mail sampah itu, kita bisa
berpartisipasi dengan memasukkan mereka (spammer) dalam database
spammer dunia. Jika e-mail itu dan bahkan domain yang digunakan itu
masuk dalam blacklist dunia, dia tak akan bisa mengirim e-mail ke
jaringan server yang berafiliasi dengan database itu.
    Komunitas dunia telah beramai-ramai memerangi kegiatan seperti
itu. Lihat saja CAUCE, The Coalition Against Unsolicited Commercial
Email di www.cauce.org. Ada juga Network Abuse Clearinghouse
(www.abuse.net), The Spamhaus Project (www.spamhaus.org), Spam
Abuse.net (www.spam.abuse.net), Spam Help (www.spamhelp.org),
Spam.org (www.spam.org), dan masih banyak lagi. (Amir Sodikin)
Tags: , , , ,

Leave Comment

You must be logged in to post a comment.